Risiko dan Cara Membeli Saham Google Terbaru Untuk Pemula 2021

  • Bagikan

Selain investasi emas dan property, banyak orang yang memiliki invest saham di perusahaan blue chip, seperti Google. Meski keuntungan yang bakal didapatkan dijamin besar, namun ada beberapa risiko dan cara membeli saham Google yang wajib kamu tahu.

Berinvestasi saham di perusahaan teknologi semakin menarik bagi para investor di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap perusahaan-perusahaan tersebut membuat harga saham perusahaan teknologi melambung tinggi.

Baca juga: Daftar 5 Nama Pemegang Saham Google Terbesar Saat Ini

Meski masih di masa pandemi, harga sahamnya terlihat naik sepanjang tahun 2021 ini. Kinerja perusahaan juga tampak berkembang setiap tahunnya.

Tak bisa dipungkiri, sebab hal ini bisa terjadi karena tingkat ketergantungan masyarakat terhadap produk Google.

Dari cerminan dominasi tersebut, dapat dipastikan Google akan terus berkembang.

Baca juga: 5 Cara Investasi Reksadana Syariah di Platform Online (Mulai Rp 100 Ribu & Amanah)

Meski begitu, ada beberapa risiko yang harus kamu dihadapi sebagai investor saham perusahaan Alphabet ini nantinya. Berikut daftar risikonya.

Risiko Investasi Saham di Google

Jika dilihat dari perkembangannya, tampaknya tidak ada yang perlu diragukan dari Google. Sehingga keuntungan besar seakan sudah menanti para investornya.

Namun perlu diingat, jika di sini bukan hanya untung saja, kamu juga harus siap dengan berbagai risiko yang bisa muncul kapan saja.

Cepatnya laju teknologi tidak menutup kemungkinan lahirnya perusahaan-perusahaan baru setiap harinya.

Saham yang naik di perusahaan Google ini bisa saja tiba-tiba turun atau bahkan usang dalam waktu singkat.

Hal tersebut akan sangat merugikan bagi para investor baru dan masih kurang pengalaman dalam pergerakan bursa saham.

Keuntungan perusahaan teknologi terbuka Google beserta kawanannya ini bergantung pada penilaian publik dan prediksi. Populernya investasi ini tidak lain karena pesatnya pertumbuhan dan tingginya harga saham.

Maka dari itu, penting untuk selalu memantau pasar dan selalu update mengenai berita terbaru dari Google untuk mengetahui nilai saham.

Baca juga: Harga 1 Lot Saham Google, Diperkirakan Naik Hingga Akhir Tahun 2021

Tata Cara Membeli Saham Google

cara membeli saham google untuk pemula

Baca juga: Jumlah Dividen Saham Google Per Tahun, Alphabet Cetak Laba Hingga US$55,3 Miliar di Kuartal I-2021

Untuk membeli saham di dalam negeri, kamu hanya perlu mendaftarkan diri di sekuritas saham.

Setelah mendaftar, kamu bisa langsung top up uang ke rekening saham untuk melakukan transaksi jual beli saham. Setelah mendapatkan untung, kamu bisa menariknya ke rekening bank pribadi kamu.

Lalu bagaimana jika ingin membeli saham luar negeri seperti Google?

1. Daftar Broker Luar Negeri

Sama seperti orang luar negeri yang ingin berinvestasi saham di Indonesia, kamu harus mendaftarkan diri ke broker luar negeri sebagai investor warga negara asing. Beberapa broker terkenal yang bisa kamu pilih, yaitu:

  • TD Ameritrade.
  • Interactive Brokers Group Inc.
  • Charles Schwab International.
  • JP Morgan Chase.
  • Zacks Trade.
  • Dan lainnya.

Dari semua pilihan di atas, masing-masing broker memiliki kebijakan berbeda. Ada yang mensyaratkan top up besar, meminta ID paspor, jejak tagihan bulanan, dan kebijakan lainnya untuk mengenali identitas kamu.

Jika sudah mengikuti prosedurnya dengan baik, aplikasi kamu akan diterima dan bisa melakukan top up. Jika kamu mendaftar di broker resmi dan bereputasi bagus, keamanan serta kenyamanan invest tak perlu diragukan.

Sama seperti di Indonesia, di Amerika juga terdapat pengawas pasar bursa efek, seperti SEC (United States Securities and Exchange Commission), Net Capital Rule, dan SIPC (Securities Investor  Protection Corporation).

Baca juga: Kode dan Harga Saham Google Per Lembar Terbaru

2. Membeli CFD (Contract For Difference)

CFD merupakan kontrak perjanjian antara kamu dengan broker. Dalam dokumen tersebut terdapat pembelian aset keuangan, mengikuti aset tertentu supaya bisa dijual kembali meski harganya turun.

Bentuk kontrak ini hanya berlaku antara kamu dengan penerbit CFD tersebut atas dasar kepercayaan pada kredibilitas dan reputasi broker.

Namun, kamu tetap harus berhati-hati karena pernah ada kasus broker CFD mengambil uang nasabahnya atau menerapkan grafik buatan yang tidak sesuai kenyataan. Pastikan saja broker kamu tidak termasuk daftar waspada Investasi.

3. Membeli Reksadana Indonesia dengan Portofolio Saham Luar Negeri

Reksadana yang dimaksud di sini sudah diatur sedemikian rupa oleh manajer investasi yang di dalam portofolionya terdapat saham luar negeri.

Jadi, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan besar dari saham luar negeri seperti Google, kamu bisa membeli produk reksadana jenis ini.

  • Bagikan