11 Tradisi Unik dan Menarik Pada Perayaan Imlek

tradisi imlek, tradisi imlek di indonesia, tradisi imlek di china, tradisi malam imlek, tradisi saat imlek, tradisi sembahyang imlek, kue tradisi imlek, tradisi angpao saat imlek, tradisi hari raya imlek, tradisi imlek 2019, tradisi imlek dan maknanya, tradisi imlek di singkawang, tradisi imlek yang paling dominan, tradisi makanan imlek, tradisi makanan saat imlek, tradisi malam tahun baru imlek, tradisi menjelang imlek, tradisi sebelum imlek, tradisi tahun baru imlek, tradisi unik imlek, tradisi unik saat imlek

Setiap etnis di dunia ini tentunya memiliki budayanya masing-masing. Tidak terkecuali etnis Tionghoa. Memang etnis Tionghoa ini bisa dibilang sebagai salah etnis yang tersebar hampir di seluruh dunia. Salah satunya adalah di Indonesia, dimana banyak sekali etnis keturunan Tionghoa yang tinggal di Indonesia mulai sejak jaman dahulu hingga sekarang. Bahkan etnis Tionghoa ini walaupun termasuk etnis minoritas di Indonesia, namun sebagian dari mereka berhasil menguasai perekonomian Indonesia. Sehingga tidak aneh kalau kebanyakan orang-orang kaya di Indonesia adalah orang keturunan Tionghoa.

Terlepas dari semua itu, orang Tionghoa juga mewarnai budaya yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah tradisi perayaan imlek. Walaupun hanya orang Tionghoa yang merayakannya, namun demam imleknya terasa sampai ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Dimana selain etnis Tionghoa, juga bisa terlibat dalam perayaan imlek tersebut. Walaupun hanya sekedar melihat pertunjukkan-pertunjukkan yang sering digelar pada saat tradisi imlek, seperti pagelaran barongsai dan lain sebagainya.

Perlu anda ketahui bahwa kata “Imlek” sendiri bukanlah nama perayaan tahun baru Tiongkok yang sebenarnya. Kata Imlek ini diambil dari Bahasa Hokien serta hanya diketahui dan digunakan oleh orang Indonesia. Di luar sana seperti di negara-negara barat, perayaan tahun baru China dikenal dengan nama Chinese New Year, sedangkan untuk orang Tiongkok sendiri namanya “Guo Nian” atau “Xin Jia” yang memiliki arti lewati bulan atau bulan baru. Hari raya imlek sendiri telah ada sejak 4000 tahun yang lalu. Seiiring dengan berkembangnya jaman maka lahirlah beberapa tradisi yang akhirnya menjadi tradisi turun temurun serta wajib untuk dilaksanakan pada setiap perayaan imlek. Mungkin dari sebagian anda belum mengetahi tradisi-tradisi apa saja yang dilakukan oleh orang Tionghoa pada saat perayaan imlek.

Nah oleh karena itu dalam kesempatan kali ini akan memberikan informasi tentang beberapa tradisi unik pada tradisi perayaaan imlek sebagai berikut ini:

tradisi imlek, tradisi imlek di indonesia, tradisi imlek di china, tradisi malam imlek, tradisi saat imlek, tradisi sembahyang imlek, kue tradisi imlek, tradisi angpao saat imlek, tradisi hari raya imlek, tradisi imlek 2019, tradisi imlek dan maknanya, tradisi imlek di singkawang, tradisi imlek yang paling dominan, tradisi makanan imlek, tradisi makanan saat imlek, tradisi malam tahun baru imlek, tradisi menjelang imlek, tradisi sebelum imlek, tradisi tahun baru imlek, tradisi unik imlek, tradisi unik saat imlek
tradisi unik perayaan imlek di indonesia

Hidangan Khas Imlek

Yang namanya hari raya tentunya tidak akan terlepas dari berbagai makanan yang disajikan. Sama halnya dengan perayaan imlek, dimana berbagai makanan khas imlek seprti kue keranjang, serta jerk menjadi makanan yang wajib pada saat perayaan imlek. Menurut kepercayaan orang-orang Tionghoa, makanan yang akan disajikan pada perayaan imlek tersebut minimal terdiri dari 12 jenis makanan yang melambangkan 12 macam shio. Selain melambangkan shio, makanan-makanan tersebut juga memiliki makna tersendiri. Misalnya, mie panjang yang melambangkan panjang umur dan cara menyantapnya juga tidak boleh dipotong, kue laps legit yang melambangkan rezeki yang berlapis-lapis atau berlipat-lipat, atau ayam utuh yang melambangkan kemakmuran bagi keluarga, dan lain sebagainya.

Pantang Makan Bubur

Tradisi unik imlek yang satu ini berbau dengan makanan, Berbeda dengan kue keranjang atau jeruk yang menjadi makanan khas imlek. Bubur justru menjadi makanan yang pantang untuk disajikan pada saat perayaan imlek. Karena menurutnya bubur ini dianggap sebagai lambang kemiskinan.

Dilarang Membalik Ikan Pada Saat Menyantapnya

Dalam sebuah bisnis, berjualan ikan adalah peluang bisnis yang menjanjikan. Sedangkan pada tradisi unik khas imlek, Ikan merupakan makanan yang biasa disantap pada saat hari raya atau hari-hari biasanya. Akan tetapi sangat berbeda jika disantap pada saat perayaan imlek. Dimana dalam tradisi imlek ini anda tidak boleh mengambil daging ikan pada bagian bawah. Selain itu anda juga diharuskan menyisakan ikan yang anda santap untuk disantap keesokan harinya. Hal ini dilakukan karena menurut kepercayaan orang Tionghoa, kalau kebiasaan ini bisa menjadi lambang dari nilai surplus untuk tahun yang akan datang.

Petasan Dan Kembang Api

Pada saat pergantian tahun memang pertunjukkan petasan dan kembang api menjadi salah satu pertunjukan yang wajib dilakukan. Sama halnya dengan pergantian tahun bari Imlek. Karena selain untuk memeriahkan suasana perayaan yahun baru yang sedang berlangsung, juga diyakini oleh orang Tionghoa kalau membakar petasan dan kembang api pada hari raya imlek dipercaya bisa mengusir nasib-nasib jelek di tahun sebelumnya serta berharap tahun baru yang lebih baik dan bahagia selalu.

Pagelaran Liong Dan Barongsai

Menurut keyakinan orang-orang Tionghoa, bahwa Liong (naga) dan Barongsai ini merupakan simbol kebahagiaan serta kesenangan. Dimana dalam tarian naga dan singa ini bisa membawa keberuntungan dan merupakan cara untuk mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu manusia. Sehingga tidak aneh kalau pertunjukkan selalu ada dalam setiap perayaan imlek.

Bagi-Bagi Angpao

Bagi-bagi angpao ini memang selalu identik dengan perayaan imlek. Dimana setiap orang yang merayakan, akan selalu menanti-nantikan momen ini. Karena tradisi ini merupakan sebuah tradisi dimana masyarakat Tionghoa yang sudah berkeluarga akan memberikan rezeki atau uang kepada anak-anak serta orang tuanya. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, uang di dalam angpao yang akan dibagikan tersebut tidak boleh diisi dengan yang mengandung angka 4, karena angka 4 tersebut dianggap bisa membawa sial.

Mengunjungi Sanak Saudara

Bukan hanya pada saat lebaran. Tradisi saling mengunjungi sanak saudara juga dilakukan pada saat perayaan imlek. Tradisi ini digunakan oleh masyarakat Tionghoa untuk mempererat tali persaudaraan diantara mereka. Sehingga tidak aneh kalau pada saat imlek banyak orang Tionghoa yang melakukan mudik ke kampung halamannya.

Tradisi Yu Sheng

Baru-baru ini tradisi Yu Sheng sangat populer di masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia. Dimana tradisi ini dobawa oleh para nelayan dari China Selatan yang hijrah ke Semenanjung Malaysia pada abad ke – 19. Yu Sheng ini adalah suatu tradisi yang dilakukan untuk menyambut perayaan imlek yang berkaitan dengan hidangan khusus pada pergantian tahun. Sesuai tradisi, menu ini wajib disediakan dan disantap dengan diiringi oleh doa syukur atas rezeki yang diberikan.

Bersih-bersih Rumah

Menurut kepercayaan orang-orang Tionghos, bahwa membersihkan rumah pada saat perayaan imlek ini berarti membuang segala hal-hal yang buruk yang bisa menghalangi datangnya hoki atau keberuntungan. Kebiasaan bersih-bersih rumah ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa sehari sebelum menjelang perayaan imlek. Hal ini dilakukan karena diyakini jika membersihkan rumah pada saat imlek bisa membuang keberuntungan di tahun tersebut.

Dekorasi Rumah

Selain membersihkan rumah, mendekorasi rumah juga menjadi salah satu tradisi yang harus dilakukan menjelang perayaan imlek. Dimana setiap jendela dan pintu harus di cat ulang, dan ditempeli kertas yang bertuliskan kalimat atau kata-kata yang baik. Dalam hal ini, sebagian besar dekorasi yang digunakan adalah warna merah, karena merah ini menurut keyakinan orang Tionghoa bisa melambangkan sesuatu yang kuat dan sejahtera, serta bisa membawa keberuntungan.

Serba Warna Merah

Salah satu ciri yang sangat khas dalam perayaan imlek adalah penggunaan warna merah yang sangat dominan di segala tempat. Karena warna merah dipercaya melambangkan sesuatu yang sejahtera, kuat, dan membawa keberuntungan. Warna merah juga dipercaya bisa mengusir Nian atau sejenis makhluk jahat dan buas yang hidup di dasar laut atau gunung yang keluar pada musim semi atau pada saat tahun baru imlek.

Makhluk jahat ini diyakini datang untuk mengganggu manusia terutama anak-anak kecil. Itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa orang Tionghoa menggunakan pakaian, serta atribut-atribut lainnya yang berwarna merah pada saat perayaan imlek.

Berbicara soal imlek, di situs iLotte sedang mengadakan promo khusus imlek, yang tentu saja ada banyak produk yang dijual dengan harga lebih murah.

Yuk Berikan Rating

Kamu mungkin juga suka