Film Dokumenter Tentang Suku Mentawai Ini Raih Penghargaan Bergengsi di Festival Film Internasional Nepal (NIFF) 2021

  • Bagikan

Film dokumenter tentang Suku Mentawai berjudul “Return to The Lost Eden” yang disutradarai sineas dokumenter Italia, Adriano Zecca mendapatkan penghargaan “Gunung Everest” dari Nepal International Film Festival (NIFF) baru-baru ini.

Ini merupakan sebuah penghargaan film dokumenter terbaik dalam kategori DOCS versi NIFF.

Kepada kontributor Kantor Berita Politik RMOL di Milan, Italia (Selasa, 11/5), Adriano Zecca dan putranya, Eloy Zecca yang berkolaborasi dengan ayahnya sebagai kameramen dalam proyek dokumenter ini mengaku bangga dengan penghargaan tersebut.

Baca juga: 30+ Rekomendasi Situs Download Film Terbaik Anti Blokir Terbaru 2021

Dalam pengumuman diberitakan pada situs resmi NIFF.org.np, dewan juri memberikan apresiasi yang tinggi atas film tersebut.

film dokumenter tentang suku mentawai berjudul return to the lost eden

“Dalam semangat etnografi sejati dimana kekuatan pembuat film dari luar diakui dan tampilan orientalistik dianggap usang, bersama keluarganya, Adriano Zecca mengunjungi kembali Mentawai. Reuni mereka di Pulau Siberut, Indonesia membawa kita melakukan perjalanan napak tilas melintasi waktu dan ingatan, kerinduan dan cinta yang menghubungkan kemungkinannya kembali kepada kenangan dan komunikasi lintas jarak, bahasa, budaya, dan warna kulit. “Return to the Lost Eden” seperti nama film ini, adalah pesan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dengan cepat menjadi langka di dunia yang kian mengglobal ini,” begitu info keterangan tersebut.

Baca juga: 45 Film Pendek Indonesia Terbaik dan Terbaru 2021

Dewan juri juga mengatakan bahwa ini adalah film dengan tempo yang indah serta membangkitkan rasa yang kuat dimana orang-orangan sawah berhasil menyampaikan argumen mengharukan yang mendukung kesetaraan pendidikan anak.

“Dengan sentuhan ringan dan fokus halus pada realitas sehari-hari yang berkisar seputar ketidakamanan ekonomi, mata pencaharian, perampasan, pengucilan, marginalitas, dan gender,” kata dewan juri yang diketuai oleh Prof. Fowzia Fathima seorang sinematografer, pembuat film dokumenter dari India dan melibatkan Raj Bhai Suwal, sutradara fotografer dari Nepal.

Tonton film Return to the Lost Eden di sini. (film dengan batasan usia 18 tahun ke atas)

Baca juga: 10 Film Perjuangan Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Di sisi lain, Zecca mengakui bahwa ini adalah proyek dokumentasi panjang dalam rentang waktu 50 tahun.

Dia pertama kali mengunjungi Siberut pada tahun 1969 dan kembali bersama keluarganya pada tahun 2019.

Selain di ajang NIFF 2021, film Return to the Lost Eden juga terpilih dalam Festival Film Independen Dimensi ke-4 di Bali, Indonesia. (rmol)

  • Bagikan