Apa itu Binance Smart Chain (BSC) dan Token BEP-20? Ini Pengertian, Cara Kerja & Marketnya!

  • Bagikan

Binance Smart Chain atau yang biasa dikenal dengan sebutan BSC BEP-20 saat ini menjadi salah satu pesaing terkuat Ethereum (ERC-20). Sebelum mempelajari apa saja yang ditawarkan oleh BSC, penting dipahami bahwa pengertian Binance Smart Chain berbeda dengan Binance Chain (BEP-2).

Binance Chain (BEP-2) pertamakali diluncurkan pada April 2019 yang berfokus utama untuk memfasilitasi perdagangan yang tepat dan terdesentralisasi. Untuk melakukan hal tersebut, Binance Chain harus membuat beberapa fitur terkait pengoperasian sistem blockchain.

Dengan adanya keterbatasan dari pilihan tersebut, Binance Chain (BEP-2) tidak mempunyai fleksibilitas yang banyak.

Baca juga: VANCAT Token: Aset Kripto Token Utama di Dunia NFT

Baca juga: Mengenal Apa itu Investasi Crypto dan Beberapa Kelebihannya

Baca juga: Harga 1 Lot Saham Microsoft (NASDAQ:MSFT) Terbaru Hari Ini

Karena menjalankan smart contract pada sistem yang dioptimalkan untuk perdagangan aset kripto secara cepat dapat membuat jaringan menjadi padat secara signifikan.

Binance Chain (BEP-2) perlu berkembang agar dapat menangani permintaan dari banyak pengguna, oleh karena itu ide menciptakan Binance Smart Chain (BSC) berasal. Lalu apa itu Binance Smart Chain? Bagaimana cara kerjanya?

Pengertian Binance Smart Chain (BSC)

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20

Baca juga: Daftar Nama-Nama Pemegang Saham Microsoft Terbesar

Baca juga: Jumlah Dividen Saham Microsoft Per Tahun 2020 – 2021

Binance Smart Chain (BSC) adalah blockchain yang bergerak secara pararal dalam mendukung ekosistem DeFi (Decentralized Finance) dengan Binance Chain.

Pertamakali diluncurkan pada September 2020, Binance Smart Chain (BSC) menumbuhkan lingkungan baru dalam perdagangan aset kripto serta bertujuan untuk mengembangkan Decentralized Application (DApp) yang berkinerja tinggi seperti di SafePal Wallet dan Trust Wallet.

Selain itu, Binance Smart Chain (BSC) dibangun untuk kompabilitas dengan jaringan Binance Chain untuk memastikan kelancaran sistem operasi blockchain dengan cepat bagi semua penggunanya.

Tidak seperti Binance Chain yang diperuntukan untuk token BEP-2, Binance Smart Chain (BSC) menawarkan fungsionalitas smart contract dan kompabilitas dengan jaringan Ethereum Virtual Machine (EVM).

Baca juga: Apa itu Near Protocol?

Tujuannya ialah untuk membiarkan throughput tinggi dari Binance Chain (BEP-2) tetap utuh sambil memperkenalkan smart contract pada ekosistemnya dan mendorong penerapan aplikasi terdesentralisasi (DApp).

Sejatinya, blockchain beroperasi secara berkesinambungan. Perlu diingat juga bahwa Binance Smart Chain (BSC) bukan sebuah solusi skalabilitas lapisan kedua atau off-chain. Off-chain ini adalah blockchain independen yang bisa berjalan, bahkan apabila Binance Chain (BEP-2) sedang offline.

Selain itu, karena disebabkan BSC yang kompatibel dengan EVM, sehingga Binance Smart Chain diluncurkan dengan dukungan pengoperasian tools dan aplikasi Ethereum.

Secara umum, hal tersebut membuat aset kripto yang berjalan di jaringan Binance Smart Chain bisa dengan mudah bagi para developer untuk migrasi project mereka dari Ethereum.

Sementara bagi investor atau trader, aplikasi Ethereum seperti MetaMask bisa dengan mudah untuk disetting dan add custom jaringan BSC.

Baca juga: Dapper Labs: Top Shot NFTs ‘Were a Risk’ for the NBA

Baca juga: Kode dan Harga Saham Microsoft Per Lembar Terbaru Hari Ini

Konsep Cara Kerja Binance Smart Chain (BSC) dan Token BEP-20

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20

Setidaknya, jaringan Binance Smart Chain dan token BEP-20 mempunyai tiga cara kerja yang mudah dipahami oleh para developer aset kripto pemula, antara lain:

1. Konsensus

Binance Smart Chain (BSC) memakai Proof of Staked Authority (PoSA), di mana developer dan pengguna menggunakan staking BNB sebagai validator transaksi.

Apabila mereka mengusulkan blok yang valid, mereka akan menerima biaya jaringan dari transaksi aset kripto BSC yang termasuk di dalamnya.

Tidak seperti protokol blockchain lainnya, tidak ada subsidi blok untuk BNB yang baru dicetak karena BNB tidak bersifat inflasi.

Sebaliknya, suplai BNB akan menurun seiring waktu transaksi pembelian BNB berjalan, karena tim Binance secara teratur melakukan pembakaran koin BNB.

2. Cross-Chain Compatibility

Binance Smart Chain (BSC) diibaratkan sebagai sistem yang independen tetapi saling melengkapi untk Binance Chain (BEP-2) yang ada.

Arsitektur dual-chain dipakai karena memiliki alasan bahwa trader atau investor bisa mentransfer aset kriptonya dengan mudah dari satu blockchain ke blockchain yang lainnya.

Dengan metode itulah perdagangan bisa dinikmati dengan mudah pada jaringan Binance Chain (BEP-2), sementara itu aplikasi terdesentralisasi (DApp) yang kuat bisa dibangun pada jaringan Binance Smart Chain.

Melalui interoperabilitas ini, pengguna dihadapkan dengan ekosistem yang luas dan bisa memenuhi berbagai kasus penggunaan.

Aset token kripto yang berjalan di jaringan BEP-2 dan BEP-8 dari Binance Chain bisa diubah menjadi BEP-20.

Standar token Binance terbaru yang diperkenalkan dan digunakan untuk Binance Smart Chain (BSC) karena mempunyai fungsi yang sama seperti Ethereum (ERC-20).

Kontribusi Binance Smart Chain (BSC) Bagi DApp (Decentralized Finance)

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20

Sejumlah aset mata uang kripto populer seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Litecoin (LTC), XRP, dan EOS sudah ada pada jaringan Binance Chain yang dikenal juga sebagai “Peggy Coins“. Ini merupakan token yang dipatok ke aset di rantai aslinya.

Contoh, misalnya Kamu mengambil keputusan untuk membeli 100 Bitcoin (BTC) dan mengunci (staking) untuk mendapatkan 100 Bitcoin BEP-2 (BTCB) di Binance Chain.

Kapanpun Kamu bisa melakukan trading coin 100 BTCB untuk 100 BTC, artinya harga BTCB harus mengikuti harga BTC aslinya (stable). Dengan melakukan hal ini, Kamu dapat memindahkan atau mentransfer aset BTC maupun BTCB ke Binance Chain.

Fleksibilitas yang diberikan oleh Binance Chain (BEP-2) mengakibatkan aset kripto dari ekosistem chain jenis lain bisa digunakan pada Decentralized Finance (DeFi) yang berkembang.

Selain itu, setiap aset token kripto dari beberapa chain yang berbeda bisa dipakai pada ekosistem DeFi yang sedang berkembang pada jaringan Binance Smart Chain (BEP-20).

Aplikasi desentralisasi seperti PancakeSwap, BurgerSwap, dan BakerySwap memungkinkan investor dan trader untuk mengubah aset kriptonya tanpa membutuhkan pengawasan dengan metode yang sama seperti Ethereum (ERC-20) pada aplikasi seperti Uniswap (UNI).

Sejak peluncurannya, Binance Smart Chain (BSC) cenderung ke project aplikasi terdesentralisasi (DApp) dalam mencoba berhadapan secara langsung dengan ekosistem Ethereum (ERC-20) sambil menawarkan biaya jaringan yang lebih murah kepada semua usernya.

Hal tersebut merupakan sebuah strategi terbaik yang nampaknya bisa bekerja dengan baik dan efektif untuk kepentingan Binance sendiri.

Volume Transaksi Binance Smart Chain (BSC) Per Februari 2021

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20

Dikutip dari DappRadar, total volume transaksi ekosistem Binance Smart Chain (BSC) Per Januari 2021 menghasilkan US$15 miliar.

Selain itu, dua kontributor aplikasi terdesentralisasi (dapps) DeFi PancakeSwap mendapatkan US$1 miliar dan Venus menghasilkan US$14 miliar.

DApp DeFi Venus bertanggung jawab atas bagian terbesar dari volume perdagangan pada bulan Januari 2021 yang terus mengalami kenaikan pada Februari 2021.

Dengan total volume transaksi sebesar US$24 miliar yang dicapai hanya dalam kurun waktu 7 hari terakhir, Venus saat ini menjadi DApp terbesar dalam hal volume transaksi menurut ranking di DappRadar.

Baca juga: Sempat Meremehkan, Kini Bank-Bank Raksasa di Dunia Mulai Bidik Bitcoin Cs

Perbandingan BSC DApp DeFi Venus dan DApps Ethereum

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20

Membandingkan DApp DeFi Binance Smart Chain (BSC) terbesar Venus dengan aplikasi DeFi Ethereum.

Ini menunjukkan bahwa dalam waktu tujuh hari terakhir pada periode Januari-Februari 2021 pada Quarter 1 2021, Venus sudah melampaui volume transaksi UniSwap dan SushiSwap dengan selisih yang besar.

Menariknya lagi, aplikasi DeFi Binance Smart Chain (BSC) lainnya berada di posisi kedua. Autofarm sudah menghasilkan lebih dari US$35 miliar dengan volume transaksi selama tujuh hari terakhir pada Quarter 1 2021.

Sehingga akhirnya mendorong mereka menjadi di atas DApps milik blockchain Ethereum seperti UniSwap, Compound, dan dYdX yang hanya total volume transaksinya hanya sebesar US$8 miliar saja.

Baca juga: UK Bank NatWest Bars Businesses That Accept Crypto

Apa itu Token BEP-20?

Pengertian token BEP-20 adalah standar token yang berjalan pada jaringan Binance Smart Chain (BSC) dan bisa memperbesar jaringan standar ERC-20 (Ethereum).

Token BEP-20 dapat dikatakan bahwa blueprint yang sudah diatur untuk token, sehingga menentukan bagaimana mereka bisa digunakan, siapa saja yang bisa buy and sell, dan beberapa aturan lain yang harus harus dipahami oleh semua penggunanya.

Smart Contract token BEP-20 memiliki sedikit kesamaan dengan Binance Chain (BEP-2) dan Ethereum (ERC-20), hal ini disebabkan karena token BEP-20 kompatibel dengan kedua jenis smart contract blockchain tersebut.

Salah satu tujuan dibuatnya BEP-20 ialah karena untuk pengembangan Binance Chain (BEP-2) yang semakin mempermudah developer token kripto menyediakan coding token BEP-20 yang lebih fleksibel.

Selain itu investor maupun trader pun mendapatkan biaya transaksi yang jauh lebih murah dibanding BEP-2 dan ERC-20.

Seperti melakukan konversi dari token BEP-2 di Binance menjadi BEP-20 yang didukung oleh BNB, sedangkan ERC-20 didukung oleh Ethereum.

Kemudian transaksi BNB akan memberikan fee transaksi jaringan untuk validator block setiap transaksi yang dilakukan ke dalam sistem blockchain.

Baca juga: Newly Established Rules in UK To Resolve Blockchain and Crypto Disputes

Perbedaan Jaringan Token BEP-20 dan ERC-20

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20

Sebagian besar token yang populer saat ini adalah token berbasis ERC-20 yang dibuat dengan sistem blockchain Ethereum, termasuk token milik Binance sendiri yaitu BNB.

Pengertian token ERC-20 adalah standar teknis token untuk smart contract pada blockchain Ethereum, seperti Tether (USDT), Chainlink (LINK), Binance Coin (BNB), Uniswap (UNI), Polygon (MATIC), Wrapped Bitcoin (WBTC), DAI, Aave, Shiba Inu (SHIB), Crypto.com Coin (CRO), Huobi Token (HT), Compound (COMP), FEGerc (FEG Token), SushiSwap (SUSHI), dan lainnya.

Baca juga:

Pengertian token BEP-20 adalah standar token yang dibangun pada jaringan Binance Smart Chain (BSC) untuk memperluas jaringan ERC-20 milik Ethereum.

Hal itu merupakan pondasi yang sudah diatur untuk token yang akan menentukan bagaimana mereka bisa digunakan, siapa saja yang dapat membeli dan menjualnya, serta aturan lainnya untuk semua pengguannya.

Contoh macam-macam jenis token BEP-20 terpopuler yang memiliki volume transaksi besar, seperti Binance Coin (BNB), FEG Token (FEGbsc), BakerySwap (BAKE), PancakeSwap (CAKE), SafeMoon Finance (SafeMoon), VANCAT Token (VANCAT), Smart MoonRat (SMRAT), Binance USD (BUSD), Wrapped BNB (WBNB), BurgerSwap (BURGER), SafePal Token (SFP), Toko Token (TKO), dan lain sebagainya.

Baca juga: Dogecoin Markets Soar as Token Nears a Half Dollar, DOGE Price Climbs 18,299% in 12 Months

Daftar Market Exchange Token BSC BEP-20 Terbaik dan Terbaru

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20
Klik Gambar untuk Memperbesar

Setidaknya terdapat 143 market perdagangan token BEP-20 yang populer digunakan oleh para investor maupun trader aset kripto di seluruh dunia, antara lain:

  1. PancakeSwap Exchange
  2. GinjalSwap
  3. FEG Exchange (FEGex)
  4. BurgerSwap
  5. Venus
  6. 1inch
  7. SushiSwap
  8. MDEX
  9. BakerySwap
  10. OpenOcean
  11. Bunny
  12. DODO
  13. AnySwap
  14. Belt.fi
  15. hotdog.cafe
  16. JulSwap
  17. BSCEX
  18. ACryptoS
  19. Unrekt
  20. BoringDAO
  21. Goose Finance
  22. Narwhalswap
  23. Fry World
  24. Beefy.Finance
  25. Beer Garden
  26. SwapLiquidity
  27. JustLiquidity
  28. SwapKing
  29. Streetswap
  30. StableXSwap
  31. HotSwap
  32. AirSwapBSC
  33. Spartan Protocol
  34. NFTBOX
  35. NFT for Good
  36. izzaFinance
  37. Alpha Finance
  38. HyFi Finance
  39. Value DeFi
  40. ApeSwap
  41. MochiSwap
  42. BadgerDAO
  43. CafeSwap
  44. WardenSwap
  45. dan lainnya.

Market exchange token BSC BEP-20 terpopuler di Indonesia yang kami riset melalui Coinmarketcap, Coindesk, Coingecko, dan lainnya adalah PancakeSwap.

Baca juga: Weekly Decentralized Exchange Volumes Near $20B, Uniswap Captures Lion’s Share, Pancakeswap Trading Climbs

Panduan dan Tata Cara Membuat Token BEP-20 Sendiri di CoinTool App

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20

Membuat token BEP-20 berbasis Binance Smart Chain (BSC) sendiri sungguh sangat mudah, berikut langkah-langkahnya:

  1. Silakan kunjungi web Cointool.app/bnb/bsccreateToken lewat Browser DApp Trust Wallet (Smart Chain) atau SafePal Wallet (ubah icon ETH jadi BNB).
  2. Jika membuka web tersebut lewat Browser Chrome, silakan koneksikan wallet dengan klik tombol “Connect Wallet” pada pojok kanan atas layar PC atau Laptop.
  3. Kemudian isi nama token yang diinginkan, misalnya “Smart DApp”.
  4. Lalu isi Simbol token, misalnya “SMART”.
  5. Selanjutnya tentukan total suplai token, contohnya “1000000000” (1 miliar)
  6. Setelah itu isi desimal token, misal 18.
  7. Kemudian centang fitur token Can Burn, Can Mint, Can Pause, Blacklist, Deflation (pilih salah satu dan atau bisa centang beberapa) atau standar tanpa ceklist satupun.
  8. Setelah sudah terisi semua, silakan klik tombol “Create Token” dan melakukan pembayaran biaya pembuatan token BEP-20.
  9. Selesai.
WAJIB DIINGAT:
Setelah klik tombol “Create Token”, Kamu akan dibawa ke halaman baru yang mengharuskan Kamu untuk membayar sejumlah fee atau biaya pembuatan token BSC BEP-20 dengan BNB yang dibayarkan ke wallet address CoinTool lalu akan mendapatkan “Token Contract Address”.

Setelah itu token BEP-20 akan listing secara otomatis di BscScan.com untuk di validator oleh sistem dan siap ditambahkan ke Trust Wallet dan atau SafePal Wallet menggunakan token address yang sudah didapatkan.

Arti Pilihan Fitur Token BEP-20 Tambahan

  • Can Burn: Fitur ini memungkinkan suplai token bisa dibakar atau dikurangi secara otomatis.
  • Can Mint: Fitur minting token yang dibuat bisa dimining untuk menambahkan suplai token secara otomatis.
  • Can Pause: Fitur token yang berguna untuk diberhentikan sementara aktivitas jual-beli di market kapanpun waktu yang diinginkan.
  • Blacklist: Fitur token yang memiliki tujuan buruk sebagai token scam, mirip dengan fitur Can Pause yang aktivitas sell dapat diberhentikan kapanpun.
NOTE:
Apabila tidak mau ribet membuat token BEP-20 sendiri dan maunya tinggal terima jadi, Kamu bisa menggunakan layanan tokoagus.id, jasa pembuatan token BSC BEP-20 terpercaya harga yang terjangkau dan bisa disesuaikan dengan budgetnya.

Tata Cara Add Custom Token BEP-20 di Trust Wallet dan SafePal Wallet

pengertian apa itu binance smart chain bsc dan token bep 20

Setelah Kamu selesai membuat token kripto BSC BEP-20 sendiri dan mendapatkan token address nya yang juga bisa diambil dari BSCSCAN.com, kini waktunya menambahkan token tersebut di aplikasi wallet seperti SafePal Wallet dan Trust Wallet.

Cara ini juga berlaku bagi Kamu yang ingin add custom token lainnya ke Trust Wallet ataupun SafePal Wallet, berikut langkah-langkahnya:

Cara Menambahkan Token Baru di Aplikasi Trust Wallet

  1. Silakan buka aplikasi Trust Wallet di HP.
  2. Kemudian klik icon “Double Slider” di pojok kanan atas layar.
  3. Lalu masukkan address token pada kolom “Search Token”.
  4. Jika token belum terdaftar, silakan klik “Add Custom Token”.
  5. Setelah itu ubah Network nya dari “Ethereum” menjadi “Smart Chain”.
  6. Kemudian masukkan token address pada kolom “Contract Address”.
  7. Selanjutnya masukkan nama token, simbol, dan desimal pada kolom yang tersedia.
  8. Setelah terisi semua, silakan klik “DONE” di pojok kanan atas.
  9. Token sudah ditambahkan dan berada di paling bawah halaman beranda Trust Wallet.
  10. Selesai!

Cara Menambahkan Token Baru di Aplikasi SafePal Wallet

  1. Silakan buka aplikasi SafePal Wallet di HP.
  2. Kemudian klik icon ” + ” di samping kolom search.
  3. Setelah itu masukkan nama token atau address token di kolom search.
  4. Lalu aplikasi akan memproses pencarian, jika token muncul maka langsung klik icon ” + “.
  5. Apabila token tidak muncul, silakan klik tombol “Add Custom Token”.
  6. Selanjutnya ubah Network dari “Ethereum” menjadi “Binance Smart Chain”.
  7. Lalu masukkan Address Token, Nama, Simbol, dan Desimal pada kolom yang ada.
  8. Jika semua sudah terisi dengan benar, maka langsung klik “DONE” di pojok kanan atas.
  9. Selesai! Token berhasil ditambahkan dan berada di posisi paling bawah pada halaman home SafePal Wallet.

Menilik Prospek Masa Depan Binance Smart Chain (BSC)

Binance Smart Chain merupakan blockchain yang berkinerja tinggi dengan penekanan pada kemampuan program smart contract dalam perdagangan aset kripto BEP-20 dengan menggunakan metode Proof of Stake (PoS) sehingga pemrosesan blok hanya membutuhkan waktu 3 detik saja.

BSC yang dibuat langsung oleh Binance merupakan perusahaan dan bursa aset kripto terbesar di dunia yang didirikan pada tahun 2017 di Kepulauan Cayman dan memiliki kantor di Singapura.

Dengan dukungan Binance, blockchain BSC siap memantapkan dirinya sebagai alternatif untuk semua pengguna DeFi (Decentralized Finance) yang sebagian besar berbasis Ethereum (ERC-20).

Karena semakin banyaknya developer token kripto yang membangun DApp DeFi berbasis Binance Smart Chain, pengguna BSC pun semakin banyak bermunculan yang berinvestasi maupun para trader yang mem-pingpong aset kripto token BEP-20 miliknya.

Berdasarkan report DeFi-Exchange & liquidity BscProject.org yang analisis oleh Coin98 Analytics pada Selasa (18/5/2021), total jumlah ekosistem market DeFi BSC exchange & liquidity telah mencapai 143 DApp market exchange BSC DeFi.

Bermodalkan awal Binance sebesar US$100 juta untuk pengembang yang membangun Binance Smart Chain (BSC) dan tingkat adopsi yang tinggi dalam 3 bulan pertama.

Sulit memang untuk memprediksi seperti apa tingkat pertumbuhan masa depan yang akankah melambat dalam waktu dekat atau malah meningkat secara signifikan.

Meskipun banyak para trader dan whales yang mengatakan bahwa Binance Smart Chain dapat menjadi “Pembunuh Ethereum”, interoperabilitas dengan platform smart contract yang dikombinasikan dengan biaya transaksi terbilang rendah.

Selain itu juga waktu penyelesaian transaksi yang sangat cepat bisa menjadi bahan yang tepat untuk Chain tersebut menjadi platform DApps terkemuka pada market kripto di seluruh dunia.

Walaupun demikian, BSC memiliki sangat banyak project NFT (Non-Fungible Token) dan lainnya seperti Binance Bridge yang kompatible dengan Binance Smart Chain melalui DApps.

Proyek Binance Bridge adalah sebuah cross-chain yang bertujuan untuk meningkatkan interoperability antar blockchain.

Pada dasarnya, Binance Bridge memungkinkan siapapun bisa mengubah koin yang dipilih menjadi token yang dibungkus (wrapped tokens) atau (Peggy Tokens) yang digunakan pada Binance Chain (BEP-2) dan Binance Smart Chain (BEP-20) seperti BTC, ETH, USDT, LTC, XRP, LINK, ATOM, DOT, XTZ, ONT dan lainnya pada ekosistem Binance Chain (BEP-2).

Dengan menggunakan portal Binance Bridge, Kamu bisa menggunakan fitur cross-chain liquidity pada Binance Chain dan Binance Smart Chain (BSC) hanya dengan beberapa klik saja.

Jika ingin melihat seperti prospek masa depan Binance Smart Chain (BSC), maka kita harus bisa sabar menunggu hingga akhir 2021 atau mungkin 1 sampai 2 tahun mendatang seperti apa pertumbuhan ekosistem BSC di Masa mendatang.

Nah itulah sekelumit penjelasan mengenai Binance Smart Chain (BSC), mulai dari pengertian, cara kerja, kontribusi, cara membuat token BSC sendiri sampai mengulas sedikit prospek BSC saat ini dan ke depannya. Semoga bermanfaat, ya!

  • Bagikan