Sejarah Hero Group, Perintis Supermarket Terbesar Pertama di Indonesia Sejak 1970

  • Bagikan
sejarah hero group perintis supermarket terbesar di indonesia
Foto: Khairul Ramadhan/Shutterstock

BACALAGERS MEDIA, Jakarta – Pemain besar di industri ritel tanah air, yaitu Giant Indonesia membawa kabar perpisahan dengan mengumumkan penutupan seluruh gerai yang akan dilakukan pada akhir Juli 2021 mendatang. Meski begitu Giant Indonesia tidaklah bangkrut.

Dilansir dari Twitter @GNFI Kamis (27/05), kesulitan di masa pandemi COVID-19 bukan jadi perkara utama dari langkah bisnis tersebut, mengingat salah satu merek usaha dari Hero Group ini sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda keterpurukan jauh sebelum pandemi melanda.

Kerajaan bisnis ritel HERO Supermarket berawal dari HERO Minimarket yang dibuka pertama kali pada tanggal 23 Agustus 1971 oleh Muhammad Saleh Kurnia, kala itu Kurnia melihat banyak kalangan borjuis yang sering bepergian ke negara tetangga hanya untuk berbelanja makanan.

Baca juga: 10 Factory Outlet Baju Branded Murah di Jakarta

“Lihatlah orang-orang asing itu, mereka pergi ke Singapura 3 atau 4 kali hanya untuk berbelanja makanan barat dan minuman. Ini adalah kesempatan, kita bisa mengimpor makanan dan minuman yang mereka butuhkan dan kita bisa menjualnya lagi di Jakarta” ujarnya Kurnia dikutip dari laman resmi HERO, Kamis (27/05).

Supermarket pertama tersebut lalu dibuka pertama kali di Jl. Falatehan No. 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepatnya di tengah wilayah perumahan mewah.

sejarah hero group perintis supermarket terbesar di indonesia
Foto: Achmad Aji Rangga/Wikipedia

Dengan berbagai strategi operasional yang dilakukan Kurnia, dirinya berhasil membuat Hero Group menjadi pelopor supermarket pertama yang menghadirkan banyak usaha serupa dan mengikuti jejak Hero Group, namun belum ada yang mampu menjadi pesaing pada saat itu.

Berkat kegigihannya, Kurnia berhasil membuat Hero Group menjadi perusahaan ritel yang dihormati di Indonesia.

Baca juga: Rekomendasi 15 Tempat Belanja Baju Murah di Jakarta

Targetnya untuk membuka satu gerai supermarket Hero setiap tahun nyatanya berhasil direalisasikan ketika pada tahun 1980 tercatat ada 9 cabang Hero supermarket di Jakarta.

Tahun 1980-1989 bisa dikatakan menjadi masa kejayaan Hero yang berkembang pesat, Hero Group memiliki 26 cabang supermarket dan 3.000 pemasok barang. Memasuki tahun 1990, Hero melakukan Initial Public Offering (IPO), atau melantai di bursa saham.

Kala itu, karena memenuhi syarat secara keuangan dan kriteria untuk IPO, Hero Group akhirnya menjual 15 persen saham di Bursa Efek Jakarta, yang nyatanya diikuti dengan harga saham Hero yang terus meningkat.

Setelah IPO, Hero Group menjadi Bagian dari Asian Retail Affiliation Network (ARAN)

sejarah hero group perintis supermarket terbesar di indonesia
Foto: Tsabitha_Jannati/Shutterstock

Baca juga: 85 Daftar Merchant OVO di Indonesia Terbaru & Terlengkap 2021

Hero Group mampu bekerja sama dengan perusahaan lain di kawasan Asia dan akhirnya menghadirkan Guardian sebagai jaringan ritel pada bidang kecantikan dan kesehatan di Indonesia pada tahun yang sama.

Sayangnya, ketika Hero Group sedang ada di puncak kejayaan tepatnya di tahun 1992, Kurnia meninggal dunia dan kepemimpinan Hero dilanjutkan oleh sang istri, Nurhayati.

Walau sempat ikut terpuruk pada saat situasi krisis tahun 1998, nyatanya Hero Group mampu bangkit di tahun-tahun berikutnya sebagai pemain utama di industri ritel tanah air.

Baca juga: Sejarah Istana Negara dan Istana Merdeka Dulu dan Sekarang

Jika Hero Group sejak awal berdiri ada pada level supermarket, maka Hero Group meningkatkan level dengan menghadirkan Giant Indonesia sebagai ritel untuk segmen hypermarket yang dibuka pertama kali pada tahun 2002, dan berlokasi di Villa Melati Tangerang.

Keberadaan Giant Indonesia sebagai ritel penyedia kebutuhan rumah tangga dan Guardian yang merupakan ritel di bidang kecantikan serta kesehatan di mana keduanya menjadi bagian dari Hero Group.

Sebelumnya, PT Hero Supermarket Tbk berencana akan menutup seluruh gerai Giant di seluruh Indonresia. Terkait hal ini, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan hampir 3.000 pekerja terancam PHK.

Jumlah tersebut diperoleh berdasarkan laporan Serikat Pekerja Hero Group dan Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia yang merupakan anggota KSPI.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan, laporan yang diterimanya juga menyebutkan, penutupan gerai Giant di seluruh Indonesia karena investor Hongkong menarik sahamnya dari Hero Group.

sejarah hero group perintis supermarket terbesar di indonesia
Presiden KSPI, Said Iqbal memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jakarta. Foto: KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI

“Ada informasi, penyebab dari tutupnya 80 gerai Giant di seluruh Indonesia adalah akibat ditariknya saham yang berasal dari investor Hongkong dari Hero Group,” kata Said Iqbal melalui siaran pers, Kamis (27/05).

Sebelum melakukan PHK besar-besaran, Said meminta pimpinan perusahaan untuk merundingkan permasalahan ini dengan Serikat Pekerja Hero Group yang didampingi oleh Dewan Pimpinan Pusat ASPEK Indonesia.

Said juga mengimbau agar pimpinan perusahaan Hero Group tetap mempekerjakan karyawan Giant yang ter-PHK tersebut ke unit perusahaan lainnya milik Hero Group, seperti lain Hero Supermaket, Guardian, dan IKEA yang ada di seluruh Indonesia.

“Apabila ada buruh yang tidak disalurkan ke perusahaan lain, KSPI meminta perusahaan tidak menggunakan perhitungan pesangon yang diatur dalam omnibus law UU Cipta Kerja,” tegas Said Iqbal.

Selain itu, Said juga meminta perusahaan untuk memberikan waktu yang cukup kepada serikat pekerja dalam melakukan sosialisasi tentang rencana PHK hampir 3. 000-an karyawan Giant ini.

“Perusahaan jangan tergesa-gesa dan memaksakan kehendak terhadap kasus PHK besar-besaran di Giant. KSPI bersama ASPEK Indonesia akan mengawal terhadap proses PHK ribuan pekerja di Giant,” tuturnya.

Sementara Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto memastikan pihaknya akan membayarkan kompensasi efisiensi di luar ketentuan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan.

Selain itu manajemen HERO juga mempersilakan karyawan Giant untuk melamar kembali kerja pada unit perusahaan Hero Group, yang terdiri atas IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

“Dengan berat hati, kami menyampaikan, seluruh karyawan gerai Giant akan terdampak oleh keputusan ini. Anggota karyawan yang terdampak dapat melamar pekerjaan di lini bisnis kami yang lain,” sebut Head of Corporate & Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto kepada wartawan Kompas.com, Kamis (27/5/2021).

  • Bagikan