9 Cara Membayar Zakat Fitrah yang Benar Menurut Islam & Sunnah Beserta Niat Zakat Fitrah

  • Bagikan

Tak hanya dengan berpuasa dan salat saja, pembayaran Zakat Fitrah juga merupakan salah satu ibadah yang perlu ditunaikan di bulan suci Ramadan. Lalu bagaimana cara membayar Zakat Fitrah yang benar menurut Islam dan Sunnah?

Dikutip dari baznas.go.id, Zakat Fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik laki-laki maupun perempuan yang dilakukan mulai dari awal Ramadan hingga sebelum berangkat salat Idul Fitri sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA;

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; Baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Nabi Muhammad SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk salat Idul Fitri.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Mudah, Cepat dan SAH! Begini Cara Bayar Zakat Fitrah di BAZNAS Secara Online Terbaru 2021

Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana cara membayar Zakat Fitrah yang baik dan benar sesuai dengan ajaran Islam dan Sunnah di bulan Ramadan. Berikut ini penjelasannya.

Jenis Zakat Fitrah yang Wajib Dibayarkan

cara membayar zakat fitrah yang benar menurut islam dan sunnah

Baca juga: Catat! Ini Pengertian Zakat Fitrah, Hukum, Syarat Wajib dan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah

Rasulullah SAW pernah bersabda dalam haditsnya menyebutkan, “Barangsiapa yang menunaikan Zakat Fitrah sebelum salat ied maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah salat ied maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Diketahui, zakat fitrah diberikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter beras per jiwa. Kualitas beras atau makanan pokok harus sesuai dengan yang dikonsumsi sehari-hari.

Tetapi, beras atau makanan pokok tersebut dapat diganti dalam bentuk uang dengan nilai yang setara 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Panduan dan Tata Cara Membayar Zakat Fitrah yang Benar Menurut Islam di Bulan Ramadan

cara membayar zakat fitrah yang benar menurut islam dan sunnah

Dikutip dari akun Instagram Kemenag @kemenag_ri, disebutkan tentang kebijakan S.E Menag No. 6 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pembayaran Zakat Fitrah di Bulan Ramadan di tengah pandemi COVID-19.

“Masyarakat dihimbau membayar zakat fitrah di awal Ramadan agar bisa lebih cepat didistribusikan dan dimanfaatkan oleh Mustahik (orang yang berhak menerima zakat) dalam masa krisis seperti saat ini,” tulis imbauan Kemenag.

Dikutip dari BAZNAS dan Dompet Dhuafa, berikut ini adalah tata cara membayar zakat fitrah di bulan Ramadan sesuai dengan ketentuan Islam yang dapat dilakukan.

1. Perhatikan Makanan Sehari-hari

Zakat fitrah diambil dari makanan sehari-hari. Oleh karena itu, kita perlu melihat kebelakang, jenis makanan apa saja yang paling sering dikonsumsi dan menjadi makanan pokok sehari-hari.

Jika setiap hari mengonsumsi nasi, artinya makanan pokok yang perlu bayarkan zakatnya adalah beras atau uang yang setara.

Apabila tidak biasa makan nasi dan lebih sering mengonsumsi gandum, maka kita dapat menzakatkan gandum yang sama atau membayarkan dengan nominal harga yang setara.

2. Hitung Total Harga Makanan Sehari-hari

Jika ingin membayar zakat fitrah berupa uang tunai dan bukan dalam bentuk makanan pokok, kita perlu menghitung harga makanan pokok sehari-hari.

Biaya makanan pokok dalam sehari dikalikan 2,5 kg atau 3,5 liter.

3. Catat Siapa Saja yang Perlu Dibayarkan Zakatnya

Orang pertama yang perlu menunaikan zakat fitrah adalah diri kita sendiri. Jika memiliki tanggungan keluarga, maka kita perlu membayarkan zakat fitrah untuk mereka.

Kamu juga dapat membayarkan zakat fitrah orang tua. Jika ada anak yang lahir dalam keluargamu sebelum matahari terakhir terbenam di akhir bulan Ramadan, maka Kamu wajib menghitungnya dalam zakat fitrah.

4. Menghitung Zakat Fitrah

Setelah ditotal berapa tanggungan yang harus dibayarkan zakat fitrahnya, hitunglah berapa nominal zakat fitrah yang harus ditunaikan.

Jika tidak ada atau belum memiliki tanggungan, Kamu cukup membayar zakat fitrah untuk satu orang saja, yaitu diri kamu sendiri seberat beras 2,5 kg atau 3,5 liter, atau dengan nominal uang tunai yang setara dengan harga berasnya.

Pada umumnya jika ingin membayar zakat fitrah di musolah atau masjid, biasanya amil zakat sudah menyiapkan tabel harga beras yang telah dikalikan.

5. Temukan Amil Zakat yang Amanah

cara membayar zakat fitrah yang benar menurut islam dan sunnah

Cara membayar zakat fitrah selanjutnya ialah cari dan temukan Amil Zakat yang dapat Kamu percaya.

Kamu dapat bayar zakat fitrah di musolah atau masjid terdekat dengan lokasi tempat tinggalmu merupakan salah satu dari cara membayar zakat fitrah menurut sunnah dan sesuai ketentuan Rasulullah SAW.

Selain itu di masa pandemi COVID-19 ini, Kamu juga dapat menunaikan zakat fitrah secara online dengan mudah dan cepat di situs web baznas.go.id/bayarzakat atau donasi.dompetdhuafa.org/zakatfitrah.

6. Jangan Lupa Membaca Niat Zakat Fitrah

Sebelum membayar zakat fitrah, jangan lupa untuk membaca niat zakat fitrah. Berikut ini adalah beberapa niat zakat fitrah yang dapat Kamu sesuaikan.

Baca juga: BACAAN Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri dan Anak [Lafaz, Latin & Artinya] Terlengkap 2021

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“NAWAYTU AN UKHRIJA ZAKAATA AL-FITRI ‘AN NAFSI FARDHAN LILLAHI TA’ALA”

Artinya: Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri fardhu karena Allah Ta’ala.

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“NAWAYTU AN UKHRIJA ZAKAATA AL-FITRI ANNI WA AN JAMI’I MA YALZIMUNIY NAFAQATUHUM SYAR’AN FARDHAN LILLAHI TA’ALA”

Artinya: Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Ta’ala.

7. Menyerahkan Zakat Fitrah Kepada Amil Zakat

cara membayar zakat fitrah yang benar menurut islam dan sunnah

Pada langkah selanjutnya ialah menyerahkan zakat fitrah kepada Amil Zakat. Jika kamu membayarkan di musolah atau masjid, Kamu dapat menyerahkannya langsung dalam bentuk beras ataupun uang tunai.

Pada umumnya, penyerahan beras atau uang tunai zakat fitrah langsung dibawa ke musolah atau masjid ketika kita ingin membayar zakat.

Selain itu, Kamu juga bisa menyerahkan zakat fitrah melalui lembaga terpercaya yang mengelola zakat seperti BAZNAS dan Dompet Dhuafa.

8. Berdoa Usai Membayar Zakat Fitrah

Setelah menyerahkan zakat fitrah, kita dianjurkan berdoa yang baik-baik kepada Allah SWT.

Doa setelah menyerahkan zakat fitrah pada umumnya juga akan dibacakan oleh Amil Zakat di musolah atau masjid tempat Kamu menuaikan zakat fitrah.

Berikut ini adalah salah satu di antara contohnya:

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

Artinya: Semoga Allah SWT memberikan pahala atas apa yang telah engkap keluarkan, dan semoga Allah SWT memberikan berkah atas harta yang engkau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.

9. Ikhlas dan Tidak Pernah Mengungkit

Tata cara yang terakhir setelah membayar zakat fitrah, alangkah baiknya kita mengikhlaskannya. Tidak perlu diungkit kepada siapapun dan berapapun nomimal zakat yang dibayarkan.

Terlebih lagi sampai mengungkit di depan delapan asnaf atau mustahik atau kaum yang berhak menerima zakat.

Ibadah zakat fitrah sama pentingnya dengan salat dan puasa Ramadan. Apabila tidak dilaksanakan padahal mampu membayar, kita akan mendapatkan dosa dan hukuman di hari pembalasan kelak.

Oleh karena itu, ingat terus untuk membayar zakat fitrah tepat waktu, ya!

Nah, itulah tahapan dan langkah-langkah tata cara membayar zakat fitrah yang benar menurut ajaran Islam dan sesuai Sunnah Rasulullah SAW.

“Marilah sumpurnakan ibadah puasa bulan Ramadan dan rukun Islam ke-4 dengan menunaikan kewajiban membayar Zakat Fitrah. Jangan sampai telat, ya!”
  • Bagikan