arvahub virtual office jakarta
sejarah terbentuknya unicef indonesia sebagai organisasi sosial kemanusiaan internasional
Begini Sejarah Terbentuknya UNICEF

Sejarah Terbentuknya UNICEF Sebagai Organisasi Sosial Internasional

Sejarah terbentuknya UNICEF sebagai organisasi sosial kemanusiaan internasional timbul pada dampak pada kehidupan manusia yang luar biasa setelah Perang Dunia II, terutama dalam hal kesehatan ibu dan anak. Banyak pemimpin dunia yang akhirnya memperhatikan kondisi anak korban Perang Dunia II itu.

Setelah perang berakhir, Dokter Ludwik Rajchman dari Polandia mengusulkan gagasan kepada PBB untuk membentuk suatu organisasi pemerhati anak yang tinggal di negara yang hancur akibat perang. Dari sinilah, sejarah terbentuknya UNICEF dimulai.

Sejarah Terbentuknya UNICEF

Setelah disampaikannya gagasan tersebut ke PBB, akhirnya ditetapkan pembentukan organisasi dana darurat untuk anak yang bernama United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) melalui sidang Majelis Umum PBB tanggal 11 Desember 1946. Dokter Ludwik juga diangkat sebagai kepala UNICEF yang pertama.

sejarah terbentuknya unicef indonesia sebagai organisasi sosial kemanusiaan internasional
Sejarah Terbentuknya UNICEF dan Program Kerjanya

Berikutnya, pada tahun 1947, PBB atas saran dari Dokter Ludwik mengangkat Maurice Pate dari Amerika Serikat untuk menjadi direktur eksekutif UNICEF. Sebagai tugas awalnya, UNICEF memberikan bantuan makanan dan kesehatan darurat di semua negara yang terkena dampak dari Perang Dunia II di Eropa, sekaligus mengembalikan kondisi mental anak-anak korban perang.

Setelah krisis pangan dan medis dapat diatasi, tahun 1953 UNICEF ditetapkan sebagai organisasi sosial internasional di bawah naungan PBB dan bermarkas di New York, Amerika Serikat. Perannya juga diperluas sebagai organisasi pemberi bantuan kepada anak-anak dari negara berkembang dan negara yang bermasalah, misalnya karena konflik atau bencana.

Dicetuskannya Empat Fokus Program Kerja UNICEF

Dalam perkembangannya, Setelah Sejarah Terbentuknya UNICEF hingga terkenal kemudian berganti nama dari United Nations International Children’s Emergency Fund menjadi United Nations Children’s Fund, namun tetap disingkat UNICEF. Hal ini dikarenakan tugasnya tidak lagi bersifat emergency atau darurat, namun pokok dan sudah mempunyai program kerja khusus.

Di era 1980-an, UNICEF membantu Komisi HAM PBB untuk penyusunan Konvensi Hak Anak. setelah diperkenalkan ke Majelis Umum PBB tahun 1989, Konvensi Hak Anak ini menjadi perjanjian HAM yang paling banyak diratifikasi sepanjang sejarah. Dalam penegakannya, UNICEF memainkan peran kunci.

Dalam menjalankan tugasnya, terdapat empat fokus yang menjadi program kerja UNICEF. Ada 4 garis besar program kerja UNICEF seperti yang dikutip dari Fokus dan Kontribusi UNICEF Sebagai Organisasi Internasional, yaitu:

  1. Bidang pendidikan.
  2. Bidang young child survival and development yang berfokus pada peningkatan angka harapan hidup anak di dunia.
  3. Bidang protection and social inclusion yang berfokus pada pemberantasan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak.
  4. Bidang emergency aid and humanitarian action yang didasari pada perhatian UNICEF terhadap kerugian sipil maupun bencana alam yang berpengaruh pada anak-anak.

Sumber Pendanaan UNICEF

Terkait dengan pendanaannya, UNICEF mempunyai dana tetap dari Dewan Besar Ekonomi dan Sosial PBB yang berasal dari kontribusi pemerintah negara anggota PBB. Akan tetapi, dana tersebut belum mencukupi semua kegiatan, sehingga UNICEF membuka jalur penggalangan dana privat sebagai tambahan dana. Tujuannya agar semua program kerja dapat terwujud dengan baik.

Pendanaan UNICEF bergantung dari kontribusi perusahaan swasta, lembaga donor, serta donasi perorangan atau individu. Diperkirakan, sebanyak 92% donasi UNICEF didistribusikan ke pelayanan terkait program pembangunan tingkat pelayanan masyarakat dalam rangka mempromosikan kesehatan serta kesejahteraan anak.

UNICEF menghendaki program kerja nyata dan efektif, sehingga sebagian besar kerjanya berada di lapangan. Stafnya berada di lebih dari 190 negara dan wilayah. Terdapat lebih dari 200 kantor perwakilan negara yang membawa misi UNICEF lewat program pembangunan yang bekerja sama di pemerintah negara tersebut. Tujuh kantor regional juga memberikan pendampingan.

Nah itulah ulasan kita mengenai Sejarah Terbentuknya UNICEF sebagai Organisasi Sosial Internasional yang mempunyai peran besar terhadap anak-anak dan wanita di Dunia dan Indonesia.

Lely Anggoro Putri

Lely Anggoro Putri

Yuk diskusi

beautynesia blog bacalagers mediabeautynesia