Ini 5 Stimulus APBN Untuk Masyarakat Terdampak PPKM Darurat, Ayo Cek Lagi!

  • Bagikan

BACALAGERS MEDIA, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menyiapkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dalam menyikapi PPKM Darurat sejak 3 sampai 20 Juli 2021. Adapun dananya diberikan melalui sejumlah program Bantuan Sosial Tunai (BST) guna meringankan dampak pada masyarakat.

Misalnya saja bantuan diberikan dalam bentuk perpanjangan BST (Bantuan Sosial Tunai) dan diskon listrik, dipercepatnya pendistribusian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan PKH (Program Keluarga Harapan), serta penambahan penerima manfaat Kartu Sembako dan BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro).

Menteri Keuagan Sri Mulyani menuturkan pihaknya memberi dukungan PPKM Darurat dengan tujuan pengendalian meningkatnya kasus positif COVID-19 di Indonesia. Dia menambahkan, situasi saat ini selalu tidak dapat dipastikan, terlebih dengan munculnya varian COVID-19 Delta yang menimbulkan dinamika berbeda yang jauh dari harapan. Sri Mulyani mengatakan sebelumnya pemerintah mengharapkan COVID-19 dapat dikendalikan sehingga mementum perekonomian juga dapat berjalan secara cepat.

Baca juga: Yayasan Graisena Salurkan BLT Rp 350 Ribu, Cek Syarat dan Ketentuan Beserta Cara Daftar di Sini

“Inilah yang merupakan salah satu elemen ketidakpastian, yang kemudian mengharuskan kita untuk terus selalu waspada, namun juga pada saat yang sama memiliki harapan dan optimisme karena yang kita hadapi adalah suatu tantangan yang tidak biasa,” ujarnya dikutip dari kemenkeu.go.id, Rabu (14/07/2021).

Dalam Konferensi Pers pada Jumat (2/7) yang membahas Aspek APBN Terhadap Implementasi PPKM Darurat, dia pun menjelaskan lebih lanjut soal insentif pemerintah terhadap diberlakukannya PPKM Darurat, antara lain:

1. Bantuan Sosial Tunai (BST)

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengungkap pemerintah memperpanjang program BST (Bantuan Sosial Tunai) selama 2 bulan untuk meringankan masyarakat terdampak PPKM Darurat.

Baca juga: BST PPKM Darurat Rp 600 Ribu Dicairkan Sekaligus 5-20 Juli 2021, Simak Syarat & Ketentuannya di Sini

Dia menjelaskan untuk perpanjangan 2 bulan yang akan disalurkan di bulan Juli ini, ada 10 juta KPM di 34 provinsi yang menjadi target Kemenkeu.

“Perpanjangan BST 2 bulan ini akan membutuhkan anggaran Rp 6,1 triliun, catatannya tentu kita akan menggunakan data kelompok penerima dari penyaluran bulan Januari sampai April yang lalu. Sehingga untuk BST ini total alokasi nya adalah mencapai Rp 18,04 triliun dari yang Januari-April plus 2 bulan yang sekarang kita akan berikan,” ungkapnya.

2. Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM)

Dalam menyikapi PPKM Darurat, pihaknya juga menambah target penerima BPUM dengan total alokasi Rp 15,36 triliun untuk 12,8 juta usaha mikro dengan indeks bantuan Rp 1,2 juta bantuan produktif cash.

Menurutnya, pada kuartal 1 dan kuartal 2 baru terealisasi 9,8 juta penerima dengan realisasinya Rp 11,76 triliun.

“Untuk PPKM Darurat ini yang pada bulan Juli kita berharap sampai dengan September untuk sisa anggarannya Rp 3,6 triliun bagi 3 juta UMKM bisa diberikan sehingga juga sekali lagi membantu masyarakat pada kondisi PPKM Darurat,” ujarnya.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bansos BST Rp 600 Ribu PPKM Darurat Paling Telat Minggu ke-2 Juli 2021

3. Diskon Listrik

Pemerintah juga memberikan stimulus program ketanagalistrikan yang diperpanjang bagi pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA.

Dia menjelaskan awalnya APBN hanya ditujukan untuk kuartal 1 dengan diskon yang sama dengan tahun 2020, yaitu pelanggan 450 VA diberikan diskon 100%, sedangkan pelanggan 950 VA diberikan diskon 50% kemudian diperpanjang sampai Q2 dengan diskon 50% untuk 450 VA dan 25% bagi 900 VA.

Ia juga menuturkan dengan diberlakukannya PPKM Darurat sejak 3 hingga 20 Juli 2021, stimulus kelistrikan akan diperpanjang lagi berupa diskon 50% untuk 450 VA dan 900 VA dengan 25% hingga kuartal ketiga.

Baca juga: Selama PPKM Darurat Diberlakukan, Pencairan BST Kemensos Rp 600 Ribu Bakal Dipercepat!

“Jadi durasinya diperpanjang 3 bulan sampai dengan September untuk 32,6 juta pelanggan 450 VA dan 900 VA. Jadi untuk total diskon listrik membantu masyarakat terutama kelompok menengah ke bawah ini adalah sebesar Rp 7,89 triliun,” katanya.

Selain itu, stimulus ini juga diberikan dalam bentuk bantuan rekening minimum dan biaya beban (abodemen) terutama bagi pelanggan yang diperpanjang hingga September. Walau demikian, diskon yang tadinya sebesar 100% ditanggung pemerintah diturunkan menjadi 50%.

4. Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako

Tidak hanya BST dan BPUM, penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) juga akan dipercepat pada Juli 2021 ini.

Sri Mulyani berharap dengan mempercepat pendistribusian ini pihaknya bisa memperkuat daya tahan sosial dari para keluarga penerima PKH.

Selain itu, dia juga menuturkan masih tersedia ruang untuk hampir 3 juta kelompok penerima yang dapat diberikan bantuan Kartu Sembako sebesar Rp 200.000,- per bulan.

Sebab, hingga Juni 2021 realisasi penyaluran Kartu Sembako bagi keluarga PKH baru Rp 17,75 triliun untuk 15,9 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dari total anggaran Rp 42,37 triliun untuk 18,8 juta KPM.

Baca juga: 50 Link Download Twibbon Idul Adha 2021 Gratis Paling Keren Terbaru dan Terlengkap

5. BLT Dana Desa

Selain penyaluran PKH, Kartu Sembako, Diskon Listrik, BPUM, dan BST, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengatakan Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2021 diprioritaskan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk membantu masyarakat miskin di desa yang terdampak COVID-19.

Setidaknya ada 8 juta keluarga tidak mampu yang menjadi target penerima sebesar Rp 300.000,- per kelompok penerima per bulan.

Dengan adanya PPKM Darurat membuat penyaluran BLT Dana Desa dipercepat dengan relaksasi penambahan jumlah penerima oleh Musyawarah Desa.

“Kemudian BLT Desa juga bisa dibayarka secara rapel triwulanan dan kebijakan baru ini akan kita sampaikan di bulan Juli ini sehingga dalam pelaksanaan PPKM Darurat masyarakat bisa medapatkan terutama di desa tadi yang kelompok petani, pedagang, buruh, nelayan dan juga guru bisa medapatkan bantuan yang tepat waktu pada bulan Juli ini,” pungkasnya Sri Mulyani.

  • Bagikan