Tega! Mahasiswi di Semarang Dibunuh Pacarnya Sendiri Secara Sadis Gegara Menolak Gugurkan Kandungan

  • Bagikan

BACALAGERS MEDIA, Semarang – Silvy Ayu Nugraha (23) seorang mahasiswi di Semarang, Jawa Tengah, dibunuh dengan sadis oleh pacarnya sendiri, Agung Dwi Saputro (18).

Pelaku membunuh korban secara sadis karena emosi, Silvy sang kekasih menolak menggugurkan kandungan hasil perbuatan terlarang keduanya yang telah berusia 9 bulan.

Mahasiswa perguruan tinggi di Semarang itu mencekik, membenturkan kepala korban ke tembok kamar, serta menginjak dada dan perut hingga janin nyari keluar dari mulut rahim.

Baca juga: Risiko dan Cara Membeli Saham Microsoft untuk Investor Pemula

Baca juga: Daftar Nama-Nama Pemegang Saham Microsoft Terbesar

Baca juga: Mengenal Apa itu Investasi Crypto dan Beberapa Kelebihannya

Pelaku ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang, Minggu (22/8/2021) pagi. Agung dibekuk di rumah kos di Jalan WR Supratman, Semarang.

Kasus Pembunuhan semula dilaporkan sebagai kasus serangan jantung, tetapi berhasil diungkap polisi karena banyak kejanggalan.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menuturkan, awalnya pelaku meminta tolong tetangga kos untuk mengecek keadaan korban dan berpura-pura menemukan korban dalam keadaan sudah meninggal ketika pelaku sedang tidur.

Tetapi dari hasil otopsi yang dilakukan petugas, diketahui penyebab kematian korban karena diduga mati lemas akibat tekanan kuat di mulut.

Selain itu, ada resapan darah di kepala belakang korban yang diduga dibenturkan di dinding kamar.

Baca juga: Jumlah Dividen Saham Microsoft Per Tahun 2020 – 2021

Baca juga: 7 Layanan Pinjaman Online Terbaik dan Terdaftar Resmi di OJK

Baca juga: 13 Rekomendasi HP untuk Anak Sekolah Online Rp 1 Jutaan Terbaik 2021

Bukan hanya itu, organ hati korban robek tidak beraturan dan kepala janin hampir keluar dari mulut rahim karena pelaku menginjak-nginjak dada dan perut korban yang sedang hamil tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, kami menduga penyebab pelaku nekat menghabisi nyawa kekasihnya karena korban tidak bersedia menggugurkan kandungannya. Sebab, selama satu tahun tinggal bersama di kos tersebut korban hamil,” tutur Kombes Pol Irwan Anwar.

Baca juga: 25 Kerja Sampingan Anak Sekolah SMA SMK yang Menjanjikan

Baca juga: Harga Tes PCR di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di India, Ini Kata Kemenkes

Baca juga: Harga 1 Lot Saham Microsoft (NASDAQ:MSFT) Terbaru Hari Ini

Sementara pelaku Agung Dwi Saputro, berdalih hanya tidak terima disuruh-suruh oleh korban selama tinggal bersama.

“Hubungan kami tidak direstui orangtua Saya, lantaran korban lebih tua,” kata pelaku Agung.

  • Bagikan